MR. UDY GONDRONG’S FILM REVIEW : LIFE OF PI

Notes : Untuk Review kali ini, gua akan diwakilkan oleh seorang pemuda berumur 20 tahun sekian, seorang pemuda lajang nan jenius, penggemar musik progressive, penggemar buku-buku filsafat, pengagum Michael Moore & Alfonzo Cuaron… Please Welcome Mr. Udi Gondrong.

Saya haturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bung Joni yang sudah mau menyediakan blognya untuk saya isi dengan review film dari sudut pandang saya. Semoga Bung Joni cepat menikah, semakin sukses, kaya raya & dapat memiliki Handphone Samsung SIII Mini. Amin.

Assalamualaikum Wabilataufik Wal Hidayah.

Ulasan film yang akan saya tulis di blog keren ini adalah sebuah film yang berjudul LIFE OF PI. Saya tau bahwa Bung Joni tidak tertarik untuk mengulas film itu, mungkin LIFE OF PI bukanlah film yang sesuai dengan selera Bung Joni. Tapi karena film itu adalah film yang digemari oleh khalayak pecinta sinema maka tak ada salahnya jika saya berikan ulasan film tersebut disini.

Life Of Pi adalah sebuah film yang diadaptasi dari Best Seller Book. Sebagian orang menganggap bahwa buku itu sama bagusnya dengan novel-novel semacam Misteri Solitaire, Dunia Sophie atau Animal Farm. Kebetulan Novel tersebut berkisah tentang keimanan, keyakinan atau apapun namanya yang mengulas tentang sebuah hal yang relijius. Ya! Reliji adalah suatu hal yang memiliki nilai jual, Reliji tak ubahnya seperti Fashion, kadang buruk & kadang bagus.

Adalah seorang pemuda bernama Pi, seorang laki-laki keturunan India. Ayah Pi adalah seorang pemilik kebun binatang di India yang masih ada didalam kekuasaan negara asal Thierry Henry, Perancis. Pi memiliki seorang kakak bernama Ravi. Ayah Pi adalah seorang yang tidak mempunyai kepercayaan terhadap Agama apapun, Ayah Pi seorang Atheist tapi tidak mendengarkan Black Metal, Ayah Pi seorang yang yakin bahwa Ilmu Pengetahuan lebih baik daripada Agama tetapi tidak memeluk Scientology. Mungkin karena saat itu Ayah Pi belum mengenal Tom Cruise. Berbeda dengan Sang Ayah, Ibunda Pi adalah seorang pemeluk agama Hindu yang mengajarkan atau mengenalkan Pi kepada ajaran Agama Hindu. Tapi sejalan dengan waktu & umur yang bertambah, Pi tidak saja tertarik dengan Hindu. Pi juga tertarik mendalami Katolik & bahkan Islam. Jadi bisa disebutkan bahwa Pi memeluk 3 Agama. Hindu, Katolik & Islam. Sebuah pencangkokan 3 Agama yang andaikan di interpretasikan kedalam jenis musik akan menjadi Grind-Punk-Jazz.

Suatu hari karena sebuah gejolak politik yang sedang bergejolak di India. Keluarga Pi memutuskan untuk hijrah ke Kanada. Ayah Pi memutuskan untuk menjual semua koleksi binatangnya ke Amerika Selatan, sebuah pilihan yang saya rasa ada hubungannya dengan penjualan hewan secara legal demi sebuah trend fashion dari kulit hewan. Saat itu kebetulan Pi sudah beranjak dewasa, mulai jatuh cinta kepada sesama jenis sekaligus mencari eksistensi keimanan & kasih sayang dengan melakukan percobaan kepada seekor Harimau Benggal bernama Richard Parker. Ya! Nama Harimau Benggal itu memang Richard Parker. Kenapa memangnya? Apakah ada yang salah dengan seekor Harimau bernama Richard Parker? Bung Joni saya dapet memberikan nama ‘Sally Mohican’ kepada Laptop kesayangannya, kenapa seekor Harimau tidak boleh memiliki nama Richard Parker? Kalo sebentuk sosok Abstrak saja dapat memiliki nama Sutan Bhatoegana, kenapa Seekor Harimau tidak boleh memiliki nama Richard Parker?

Kemudian dengan menggunakan Kapal Laut, keluarga Pi hijrah menuju Kanada. Konflik kecil terjadi di kapal laut, Pi & sang Ibunda adalah seorang Vegetarian. Ternyata di Kapal Laut tidak menyediakan makanan khusus vegetarian. Pi & Ibundanya menolak untuk makan daging & kuah daging babi. Entah apa alasannya padahal Daging & Kuah daging babi adalah hidangan yang lezat. Mungkin suatu saat Pi & Ibunya harus mencoba makanan bernama Nasi Campur Kenanga. Saya jamin maka Pi & ibunya akan ketagihan… Slurrp.

Kalau kita naik Kapal Laut maka bencana yang kemungkinan akan terjadi adalah: 1. Kapal akan terhempas & karam karena badai. 2. Kapal akan diserang oleh Godzilla. 3. Kapal akan terisi oleh sepasang muda-mudi yang berpelukan di anjungan kapal dengan teriringi soundtrack My Heart Will Go On. Tentunya kita tidak ingin merasakan 3 hal itu saat bepergian dengan kapal laut. Karena kemungkinan pertama lebih masuk akal & di jaman itu Godzilla belum menunjukkan eksistensinya juga Leo Dicaprio & Kate Winslet kebetulan tidak sedang ada di sebuah sesi pelajaran seni menggambar telanjang. Maka Kapal Laut yang dinaiki Pi & keluarganya itu pun karam karena kena gelombang badai.

Dengan karamnya  kapal yang ditumpaki Pi, maka terjadilah kekisruhan yang menyebabkan lepasnya semua binatang-binatang bekas penghuni kebon binatang miliki Pi. Karena kondisi bencana Kapal Laut itu terjadi saat malam hari (dan entah kenapa bencana kapal laut selalu terjadi malam hari ya?) maka keluarga Pi yang saat itu sedang tidur nyenyak tidak sempat tertolong dari bencana tersebut. Di film ini tidak ditunjukkan kekisruhan penumpang kapal yang sibuk berlomba-lomba mendapatkan pertolongan. Karena tidak adanya perlombaan masuk sekoci, maka yang berhak masuk sekoci hanyalah Pi, Seekor Zebra & Hyena. Buat saya, sungguh ini adalah pilihan yang unik. Kenapa tidak kaum manula, wanita, ibu hamil & anak kecil yang diprioritaskan naik sekoci penyelamat? Kenapa malah Zebra & Hyena? Mungkin di tahun itu Zebra & Hyena harus lebih dulu di selamatkan. Mungkin juga saya yang goblok.life-of-pi

Setelah Pi masuk ke dalam sekoci penyelamat, Pi mencoba menyelamatkan Richard Parker, entah kenapa Pi menyelamatkan Richard Parker, mungkin Pi mengira Richard Parker adalah manusia. Sama seperti Bung Joni yang mengira Farhat Abbas adalah manusia…..

Sekarang di Sekoci itu hanya adalah Pi, Richard Parker, Hyena, Kuda Zebra & seekor Orang Utan bernama Orange Juice. Kemelut kemudian terjadi, Hyena yang dasarnya sama buasnya dengan rombongan anggota DPR yang ingin jalan-jalan keluar negeri dengan mengatas-namakan Studi Banding. Hyena memakan Kuda Zebra, Hyena kemudian memakan Orang Utan, Kemudian Hyena di makan Richard Parker. Sungguh sebuah contoh perputaran rantai makanan yang tidak cocok untuk ditontonkan kepada anak SD yang sedang belajar Ilmu Pengetahuan Alam.

Singkat cerita, akhirnya di Sekoci itu hanya tersisa Pi & Richard Parker. Apa yang terjadi saat seorang pemuda berbadan layaknya para penonton DahSyat ada disebuah tempat berdua dengan seekor Harimau benggal? Pertanyaan tersebut sama hal dengan pertanyaan: Apa jadinya seorang cowok alay berwajah imut ada disebuah kamar bersama Olga Syahputra? Apa yang terjadi seorang perempuan berada di kamar hotel dengan Presiden PKS?images

Pi berusaha bertahan hidup walaupun dia harus hidup dengan seekor Harimau Benggala. Kemudian terjadilah sebuah pemahaman-pemahaman dalam diri Pi tentang Ketuhanan, religi, keimanan & semua yang menuntun Pi dalam menemukan jalannya di hadapan penciptanya. Kemudian terciptalah sebuah dialog antara Pi dengan dirinya sendiri atau dengan Richard Parker yang intinya adalah bahwa hidup adalah cobaan. Hidup adalah sebuah perjalanan yang diibaratkan terombang-ambing tak menentu di lautan yang tujuannya adalah menuntun kita menemukan Sang Khalik. Hal yang dilakukan Pi ini lebih efektif dalam memahami Sang Pencipta daripada mengikuti ceramah lewat twitter yang ujungnya hanya menunjukkan sang penceramah itu Anti JIL atau Pro sama JIL! Pi mendapatkan keimanannya lewat ngejalanin hidup tanpa sodara, tanpa Nasi Uduk, tanpa Diet Cola di tengah laut. Dia Cuma punya Richard Parker yang lebih berbahaya daripada Mr. Wilson di Castaway.

Life Of Pi bukan film yang menegangkan & memacu adrenaline layaknya nonton Fast & Furious atau Mission Impossible. Tapi Life Of Pi juga tidak membosankan seperti mendengarkan ceramahnya Arifin Ilham atau Ustadz Jeffry. Life Of Pi ini adalah film yang diperuntukkan bagi mereka yang masih mencari arti Ketuhanan sekaligus mencari maksud dari keimanan di diri mereka. Sedangkan buat seorang Joni, hal seperti ini bukan suatu hal yang menarik buat dia tonton. Joni tidak mencari keimanannya karena dia sudah punya Iman yang Cuma dia sendiri yang tau (walaupun dia nggak tau Imannya sebagus apa) Tapi Joni nggak pernah main-main dengan Iman yang dia pegang atau mencoba menyindir keimanan orang lain. Joni tidak mau menggurui, Joni tidak mau memaksakan Agama atau Kepercayaannya. Itulah kenapa Joni Tengik tidak mau nonton Film ini.Life-of-Pi-Bioluminescent-Water

Kata Joni, Kalo Cuma pengen ngedapetin sesuatu yang berbau Religi sih mendingan Baca Kitab & ngejalanin ajaran agama yang kita percayai. Ngapain gua nonton Life Of Pi?

Begitu kira-kira komentar Joni tentang film ini. Tapi pada dasarnya kita tau bahwa Joni itu Tengik. Jadi film ini bukan untuk mereka yang Tengik seperti Joni!

4 comments

  1. murid lo ya, Jon? tengilnya sama. hehehe… Good review Mr. Udi Gondrong!

    1. Bukan murid gue, lagian gua nggak berbakat jadi seorang Guru. And Mr. Udy Gondrong says hello!

  2. “Hidup adalah sebuah perjalanan yang diibaratkan terombang-ambing tak menentu di lautan yang tujuannya adalah menuntun kita menemukan Sang Khalik. Hal yang dilakukan Pi ini lebih efektif dalam memahami Sang Pencipta daripada mengikuti ceramah lewat twitter yang ujungnya hanya menunjukkan sang penceramah itu Anti JIL atau Pro sama JIL!”

    Well, noted.🙂

  3. Ocean Serenity · · Reply

    Salam buat Bang Jony, y Mr. UG’s…biar tambah tengiknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: