5cm MOVIE

5dlmJadi film ini adalah film yang diadaptasi dari sebuah buku dengan judul yang sama, kita udah sering denger atau bahkan liat bahwa selalu ada aja Production House Film yang berusaha bikin film dari hasil adaptasi sebuah buku, walaupun bukunya masuk kategori Best Seller, belum tentu filmnya bakalan Best Seller juga kan? Tapi masalahnya sutradara & sineas film lokal itu nggak mau belajar dari kesalahan, ngapain mereka bikin film hasil adaptasi dari buku? Mereka nggak mau belajar kesalahan dari Film Lupus! Ngapain lo ngajakin pacaran orang yang sama dalam kurun waktu 1 tahun dan hasilnya lo tetep ditolak sama orangitu? Gitu kira-kira analogi gue.

Lo mau baca/menyimak review gua atau lo mau baca bukunya aja? Kalo lo mau baca bukunnya aja, mendingan lo sekarang ke Gramedia. Kalo lo mau baca review gua, silahkan ambil posisi yang enak, makan Pocky rasa Strawberry dan simak review ini.

5cm adalah film yang nyeritain tentang 5 sahabat yaitu Genta, Zafran, Ian, Arial & Riani, plus ditambah 1 orang Damsel in Distress yaitu Adinda yang nggak lain adalah adik dari Arial. 5 sahabat itu adalah sahabat-sahabat yang selalu ngabisin waktu mereka bersama-sama selama 8 tahun, nggak ada satu waktu pun mereka lewatin sendiri, dari makan di Roti Bakar Edi, nonton di 21, maen ke puncak atau apapun selalu mereka lakuin bersama-sama, manis bukan? Sampai suatu saat Genta mutusin buat keluar dari zona nyaman persahabatan mereka buat ngejalanin aktivitas mereka tanpa ngelibatin unsur persahabatan selama 3 bulan. Namanya juga sahabat kan ya? Berarti 3 bulan nggak ketemu sahabat itu menurut mereka suatu hal yang menyiksa lebih dari siksaan yang diterima semua Yahudi di Kamp Konsentrasi di Auschwitz.

Setelah ngelewatin masa pingitan selama 3 bulan yang mana waktu 3 bulan itu sama aja kayak masa percobaan pegawai baru di kantor gue, akhirnya ke 5 orang sahabat itu mutusin buat ngerayain ‘pertemuan kembali’ mereka disatu tempat yang rawan banget kecopetan, Stasiun Senen. Di stasiun itu mereka ngerencanain sebuah petualangan yang nggak bakalan dilupain sama mereka seumur hidup, yaitu ke :

A. Ibiza
B. Bermuda
C. Al Catraz
D. Gunung Semeru
5CM

Genta sebagai orang yang gua sinyalir sebagai pemimpin persahabatan ini mutusin buat ngajak mereka ke Gunung Semeru. Oke ngapain coba ke Gunung Semeru? Apa disana ada Rave Party dimana mereka bakalan ngabisin waktu persahabatan mereka buat nenggak alkohol, make acid atau ngelakuin gang bang? Ternyata tujuannya Genta ngajakin sahabatnya ke Gunung Semeru adalah supaya para sahabatnya ngerasain perjalanan penuh motivasi dengan saling mengumbar kalimat ala motivator-motivator di akun twitter mereka…. Buat mereka perjalanan ke Gunung Semeru adalah sebuah napak tilas tentang kehidupan & sebuah pengalaman untuk saling menghargai negara mereka yang indah damai nan sentosa gemah ripah lohjinawi. Di Film ini para sahabat nggak ngabisin waktu mereka dengan party kayak para sahabat di masa saat ini, para sahabat di film ini tuh alim-alim semua. Mungkin para sahabat disini dipertemukan disebuah acara dakwah Majelis Rasullulah.

Ini film tentang persahabatan yang mengedepankan sisi persahabatan yang sebenernya persahabatan yang menurut gua keren itu kayak apa yang dilakuin Stu, Phil, Alan, Doug & Mr. Chow. Disini persahabatan itu terbangun dengan Indahnya & sekaligus Bodoh. Kenapa bodoh? Siapa coba yang mau keluar dari sebuah Zona Nyaman persahabatan? Saat seseorang udah keluar dari zona nyaman persahabatan itu tandanya dia sama kayak lagi maen Russian Roullete. Siapa yang mau kehilangan sahabat-sahabatnya & ngelewatin malem minggu sendirian tanpa ada seorang pun buat diajakin maen atau jalan-jalan maen Ghost Squad di lobby 21 Cineplex? Jadi pada dasarnya ide Genta buat nggak saling ketemu sama sahabat-sahabatnya adalah sebuah ide yang bakal dilakuin kalo misalnya ternyata lo nidurin ibu salah seorang sahabat lo.

galIdFC_08102012_83346Saat lo nonton film ini lo bakalan tau kalo para sahabat disini adalah golongan orang-orang dengan sisi finansial mampu. Mereka nyetir mobil mereka sendiri, mereka make iphone, blackberry & smartphone canggih sebagai piranti komunikasi mereka, kamar mereka bagus-bagus & satu hal yang mutlak adalah mereka adalah Apple-Fanboy! Tapi kenapa mereka harus ke Malang make kereta apa Matarmaja? Kenapa mereka nggak naik pesawat aja. Turun disurabaya terus nyewa Alphard ke malang? Atau kenapa mereka nggak naek Kereta Api Eksekutif Gajayana? Oke, perkiraan gua adalah karena pengen nikmatin petualangan naik kereta api murahan dimana lo nggak bisa tidur lelap karena harus selalu waspada ngejagain tas lo. Tapi disini mereka tampak tidur lelap dipundak masing-masing sahabat mereka. Salah satu hal yang aneh adalah, gua sering banget naik kereta api ekonomi & kereta api ekonomi itu di isi sama orang-orang yang dekil, kumel, kucel, bahkan ada dari mereka yang ngegelar koran dan tidur di lantai kereta. Tapi nggak tau kenapa disini ditampilin bahwa kelima sahabat istimewa nan alim ini tidur nyenyak dengan jaket membalut tubuh mereka. APA LO NGGAK TAU KERETA API EKONOMI ITU PANASNYA KAYAK DI ARAB?!

Akhirnya perjalanan sampai di Malang & pendakian pun dimulai. Gua melihat sesuatu yang aneh disini. Genta sebagai pemimpin persahabatan yang konon katanya selama 8 tahun selalu ngabisin waktunya dengan para sahabatnya keliatan banget menguasai medan pendakian Mahameru, pertanyaan gue kapan Genta ke Mahameru kalo seluruh waktunya abis sama sahabat-sahabatnya? Gimana Genta bisa apal medan dari Ranupani, Kalimati, Ranu Kumbolo, Arcapada sampai Puncak Mahameru?5-CM

Akhirnya inti film ini bakalan nyuguhin kita suatu hal yang kayaknya disetting jadi pemanis, ada masalah cinta disini. Ternyata si Genta naksir Riani tapi Riani Naksir Zafran. Ohhh… sebuah kisah cinta antar sahabat yang gua sinyalir ini sama kayak apa yang terjadi di serial Beverly Hills 90210. Selebihnya film ini bakal ngasih elu kata-kata kalimat penuh motivasi tentang kehidupan dimana kalo lu punya harapan atau mimpi lu haru kejar mimpi lo. Kata-kata kayak gitu sebenernya nggak perlu gua dapetin di film, gua udah baca bukunya jadi gua rasa cukup gua baca aja bukunya. Tapi karena waktu senggang gua memaksa gua untuk mengiyakan ajakan seseorang buat nonton film ini, daripada gua bengong di kos-kosan, ya udah akhirnya gua tonton film ini, lumayan lah, gratis.

18 comments

  1. Biasa, film Indonesia sering rancu logika. Mungkin memang ditujukan untuk penonton yang nggak (mau) mikir. Atau mungkin dibuat orang seperti itu.

    Daripada nonton film gak jelas gitu, aku lebih suka baca review (yang juga sama gak jelas) di sini, Jon. Ciyus!😀

    1. Komentar paling keren di blog ini! *tos hoeda, Tos!*

  2. Jabarannya masuk akal, saya bisa terima koq😀 saya pun punya pandangan yang sama. Bahkan ada banyak sekali jika musti ditulis semuanya. Satu hal yang saya akhirnya maklum, bahwa film ini bukan untuk penonton tipe saya. Ini film untuk kelas ABG dan alay kalo saya boleh terus terang. Akhirnya ada banyak logika-logika dan fakta yang nampaknya direduksi demi tampilan indah. Dengan kata lain, ini adalah racikan menu penonton kelas sinetron yang dibawa ke outdoor alam. Jadi.. saya maklum. Akhirnya saya gak perlu mengalisa secara dalam dan mendetil lagi, untuk apa? Toh film ini rasa-rasanya bukan untuk penonton spt kita😀 Tapi saya mau fair.. bahwa nyatanya film ini nyaman dan bisa diterima oleh kelas ABG dan alay tadi, tapi dengan muatan dan pesan yang cukup nasionalis. Bagi kita? basi kali ya? hehehe///

    1. Sebenernye pertanyaan gua di film ini tuh, kenapa mereka naik gunung tapi nggak keringetan ya?😀

      1. Gak keringetan? bukannya karena dingin sekali? hahaha.. terus terang ya gw sih males bahas film ini secara mendalam😀 ibarat kata… kita beli chiclit di Gramedia.. trus kita bawa ke Salihara dan dikaji secara mendalam bareng Goenawan Muhamad😀 Singkat kata : salah sasaran😀

      2. Goenawan Muhamad nggak baca Chiklit yah?

  3. yah….saya kira, movienya lebih oke daripada novelnya. eh malahan banyak anehnya. gadget freak gitu lagi. gak berminatlah saya nonton movienya

    1. Nonton aja gak apa2…. lucu kok buat ketawa2😀

  4. bangkek : )))))) gue juga bikin reviewnya dan emang film ini pure buat menikmati pemandangan, menikmati muka Junot, menikmati badan Denny Sumargo, dan ketawa-ketawa di adegan yang off😆

    damn, now I sound hormonal

    1. Iyah…. gua juga suka film ini, karena gua menikmati hal-hal yang bikin gua mikir bahwa ini sebuah hiburan yang menghibur dengan kekurangannya. Demikianlah wahai mbak teppy.

  5. Salam face-palm sejarak 5cm di depan jidat!

    1. Hahahaha….😀

  6. Saya juga jidat palm sampe berapa kali selama nonton film ini. Masih banyak lagi daftar kengacoannya.
    Kalo masalah kereta api sih, sekarang kan kereta api ekonomi penumpangnya udah 100 % tiket duduk jadi kalopun ada yang ngegelar koran paling karena pegel aja tidur duduk, dan gak banyak. Karena udah gak padat lagi jadi gak terlalu rawan copet, tapi ya tetep harus jaga barang. Kalopun tidur setidaknya giliran gitu.

    1. 100% tiket duduk? hmmm….. gua juga biasanya duduk kok kalo naek tiket ekonomi…. Duduk Di Bordes :)))

      1. Iya emang gitu peraturan sekarang, bisnis maupun ekonomi gak ada tiket berdiri. Kayaknya baru tahun kemaren, Taun 2011 masih ada tapi dibatasi sekian persen. Jadinya susah yang pada mau mudik kapasitas terbatas, kereta gak ditambah.

  7. Bang Joni, kenapa para apple fanboy itu milih ekonomi, ya karena mereka fan boy.
    Kalo mereka AC-boy ya milih eksekutif😀

    1. Huhahahahaha….. ini komentar paling bikin senyum di postingan ini :)))

  8. Bang Joni, satu aja pertanyaan saya di blog ini: Bang Joni pernah naik gunung semeru gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: