SERINGAI – TARING

Mungkin gua telat sebulan sejak Album ketiga Seringai ini dirilis ke pasaran, karena hampir selama sebulan belum ada satu pun yang upload album ini ke Internet, dengan terpaksa Cheap Bastard kayak gua harus beli CD ini demi menuntaskan rasa penasaran gua. Tapi nggak masalah, nanti CD ini bisa gua jual dengan harga yang sedikit lebih murah, setelah gua Convert ke MP3 & liriknya gua salin ulang di Microsoft Word. Ya udah, sekarang kita bahas Album ‘Taring’ ini….Taring Mang!!!!

Band yang sempet dapet predikat Raja Pensi (Pentas Seni) ini masih nawarin musik yang sama seperti Genre yang mereka usung, High Octane Rock. Gua sendiri nggak paham apa maksud & arti High Octane Rock. Apakah Rock Oktan Tinggi yang penghitungan kecadasan musiknya make Sistim Hitung Timbal BBM? Terserahlah, ini band mereka. Kalo menurut gua, Seringai itu Band Rock dengan Vokal yang parau, apa nama yang pas untuk Band Rock dengan Vokal yang Parau? Parau Rock! Nah iya, Kira-kira seperti itu aliran musik Seringai. Jadi intinya kalau adik-adik ingin mengenalkan Seringai kepada handai taulan, mungkin bisa dimulai dengan ‘eh lo suka rock? Nih dengerin Band Rock dengan aliran Parau Rock, Seringai’

Album ketiga yang dikasih Title ‘Taring’ ini tetep berkualitas musik bagus, sisi rekaman yang oke, mastering & mixing yang yahud, pokoknya sama aja kayak 2 album Seringai sebelumnya. Wajar sebenernya kalo Seringai selalu maksimal dengan hasil rekaman mereka, setiap individu yang ada di Seringai adalah para praktisi musik yang mumpuni & ngelotok dalam hal musik. Pertama ada Ricky sang gitaris yang emang tiap hari kerjaannya nulis musik disebuah majalah musik terkenal. Edy Khemod yang aktif dalam bidang seni kreatif yang juga nyerempet musik, Sammy (please, jangan sampe diotak lo ada tambahan nama Simorangkir, Ini bukan Sammy yang itu!) yang tiap hari siaran radio & otomatis ngedengerin banyak musik, lalu vokalisnya Seringai, siapa yang nggak kenal Arian 13? Siapa? Siapa? Mati aja lo sana kalo nggak kenal Arian 13!

Dengan personil yang melek (bahkan melotot) musik kayak band ini, wajar aja kalo hasil album ini sama maksimalnya kayak 2 album sebelumnya. Karena gua bilang wajar, maka gua ngerasa nggak ada hal baru disini. Kecuali kalo para personil Seringai adalah para personil Trio Ambisi, baru deh gue kaget seandainya para personil Trio Ambisi itu bisa bikin hasil rekaman sebagus album ini. Karena album ini yang buat adalah para personil Seringai, maka gua akan bilang album ‘Taring’ ini biasa aja. Ya iya jelas biasa, lha wong mereka kan ngerti musik, wajar aja kalo album ini hasilnya bagus. Sama halnya kayak lo nonton filmnya Takashi Miike, kalo lo liat darah berceceran atau layar yang identik dengan warna merah, maka lo akan bilang hal itu wajar, karena apa? Karena itu adalah Takashi Miike, bukan Hanung Bramantyo atau Odie C Harahap. Ini adalah Seringai, bukan Last Child.

Kita bahas satu demi satu track yang ada di album ini semoga lu nggak bosen kayak baca pantun-pantun di twitternya Tifatul Sembiring.

1. Canis Dirus
Ini lagu pembuka, instrumental. Seringai ngulang apa yang pernah dipake di album pertama mereka. Canis Dirus adalah nama ilmiah dari Serigala. Kenapa Serigala? Karena mereka menyebut nama penggemar mereka dengan Serigala. Petikan gitar Ricky tetep sama manisnya saat bermain clean tanpa distorsi. Gua langsung inget track ‘Lychantropia’ di album pertama, tapi Canis Dirus ini lebih keren. Cocok untuk dipakai sebagai ringtone handphone.

2. Dilarang di Bandung
Gua suka sama lagu ini, part sing a long ‘Dilarang di Bandung’ bakalan gua lakuin kalau saja gua ada kesempatan teriak di Pit saat mereka manggung. Penggunaan kata Bandung sebenernya agak bertitik kepada satu daerah, di sleevenya di tulis bahwa inspirasi lagu ini dari kejadian di AACC. Sebenernya juga gua yakin di kota-kota lain ada banyak larangan pagelaran musik cadas. Jadi buat para Serigala Militia dimana pun kalian berada nggak usah khawatir, kamu bisa tetep sing a long lagu ini dengan mengganti nama daerahnya. Misalnya ‘Dilarang di Jombang’ atau ‘Dilarang di Jogja’ atau ‘Dilarang di Fakfak’ terserah, bebas, oke ya?

3. Taring
Lagu yang dipake jadi title album ini. Arian 13 bernyanyi baik sekali disini, ada gelutan-gelutan nada-nada yang keluar dari kerongkongan Arian 13 berayun dengan suara gitar Ricky. Arian 13 yang menyanyi, merdu? Nggak! Tapi setidaknya kalo distorsinya dihilangkan, gitarnya hanya gitar kopong digenjreng & vokalnya nggak pake growl, maka ini akan jadi lagi yang indah & revolusioner. Ah tapi tunggu dulu, andaikan Superman is Dead mau mengcover lagu ini dengan gaya khas mereka, pasti ini akan jadi lagu yang oke untuk Superman is Dead. Lagipula dari sisi liriknya pun udah cukup pas dibawain Superman is Dead. Liriknya penuh kata-kata kiasan nan puitis, cocok untuk selera Neo Romantic Gangster kayak lirik-lirik yang biasa ditulis oleh Jerinx, Drummer Superman Is Dead.

4. Fett, Sang Pemburu
Buat tau makna lagu ini semua yang dengerin harus tau apa itu Star Wars, buat fans Star Trek mungkin bisa cari band lain yang bikin lagu tentang Star Trek. Mungkin siapa tau Killing Me Inside mau membuat lagu tentang Laskar Klingon? Lagu ini penuh dengan kata-kata & sejarah Star Wars yang bakalan bikin siapapun para Star Wars Fanboy puas, gua membayangkan senyum dibibir para penggemar Star Wars saat tau Arian 13 dengan fasih menyebut nama-nama di film Star Wars. Ricky menggempur part gitar unik yang bikin gua berkhayal jadi Boba Fett make Jetpack, Ya tapi masalahnya gua nggak begitu ngerti Star Wars, karena apa? Karena seorang musuh galaxy bernama Darth Vader itu nggak serem. Apa sih yang serem dari penjahat yang suaranya kayak kena sakit Asthma? Untungnya Arian nggak nyanyi dengan suara Darth Vader di lagu ini. Walaupun begitu, ini adalah lagu yang bagus & salah satu lagu favorit gw di album ini. Boba Fett, Karakter paling keren segalaxy raya.

5. Tragedi
Sebelum album ini keluar, lagu ini sudah bebas unduh di internet. Lagu ini berbau klenik, klenik yang menyesatkan, lebih klenik dari klinik Tong Fang. Lagu ini keren karena Arian 13 memasukan kiasan latin di album ini, Post Hoc Ergo Propter Hoc. Sebuah kiasan yang cukup metal & bisa dipakai oleh anak metal supaya terlihat pintar, Cogito Ergo Sum. Arian emang jenius kalo nulis lirik. Coba sekali-kali bikin lagu yang berpantun deh, terus nanti lagunya beneran dikasih judul ‘Tifatul’

6. Program Party Seringai
Sebenernya gua agak geli baca penjelasan lagu ini. Seringai kayaknya pengen bersenang-senang dengan bikin lagu tentang band mereka yang lagi-lagi lagunya tentang keadaan di show saat mereka manggung. Lho tunggu sebentar…. Tema kayak gini bukannya pernah ada di album kedua? Lagu ini sama aja kayak lagu mereka yang judulnya ‘Amplifier’ kan? Penjelasan lagu ini jadi kayak sebuah alasan bahwa mereka pengen bikin lagu setipe, tapi ya nggak apa-apa juga lah, ini lagu mereka & band mereka, suka-suka mereka lah, masak gua harus ngelarang? Lagian ya wajar aja bikin lagu kayak gini, Municipal Waste juga bikin lagu kayak gini kan?

7. Serenada Membekukan Api
Serenada apaan sih? Andaikan gua nggak mikir album ini bakalan gua jual lagi, mungkin gua akan mencoret setiap kata ‘serenada’ di album ini. Karena apa? Karena gua nggak suka sama kata ‘serenada’ yang bikin gua inget sama band Secondhand Serenade. Eh tapi ide lagu ini bagus karena ngomongin tentang Pemblokiran Pornografi di Internet. Kalo Efek Rumah Kaca pernah bikin lagu berjudul ‘Kenakalan Remaja di Era Informatika’ maka lagu ini bisa jadi kelanjutan dari lagu itu. Tapi ya gitu deh…. Judulnya overrated banget buat gua, berbau galau & kayak judul puisi putus cinta dimana hati terbakar kecewa hingga membeku bagaikan Serenada. Kakak-kakak Seringai kenapa lagunya nggak dikasih judul ‘Terberangus Nawala Project’ aja sih? Saran gua sih itu.

8. Lagu Lama
Arian 13 nyanyi cepet banget disini, kayak pengen nyaingin Kurt Brecht ngoceh di ‘I’d rather be sleeping’ dengan 1 tarikan nafas di bait ‘ From sun-up to sun-down, Decisions make my head spin round, Make me drunk, sick and tired, Keep me up ’till I retire, And while I could be out bar hopping, Meat market, rocker-chick shopping, Out there, chasing my dick…..’ tapi sayangnya Arian 13 masih kurang cepet dari Kurt Brecht, ya udah nggak apa-apa kok, yang penting udah usaha & istiqomah.

9. Lissoi
Anjiesss, ini lagu batak yang dinyanyiin dengan keren sama Seringai. Gua berjanji bahwasanya mulai saat ini gua akan belajar gitar lagu ini & menyanyikannya bersama teman-teman sambil menenggak Lapen & berteriak sambil mengepal ‘LISSOI!’ Gua juga mengakui iri bahwa suku batak punya lagu sekeren ini. Seringai ngebawain lagu ini lebih batak daripada…. Trio Ambisi. Mungkin sudah saatnya Seringai Tour de Lapo Tuak sambil melakukan medley Alkohol & Lissoi!

10. Discotheque
Lagu lama buatan Ian Antono & Ahmad Albar yang di cover Seringai, nggak ada hal mengejutkan cuma aransemennya aja diganti jadi beraliran Parau Rock (iya, maksudnya High Octane Rock) mungkin akan mengejutkan gua andaikan Seringai memasukkan unsur bebunyian Disco Remix Koplo Pantura di lagu ini, tapi yang dimasukin Seringai justru suara Organ tunggal kayak yang biasa gua denger di acara pernikahan dimana pemainnya bawain lagu Panbers atau Dlloyd. Tapi ya nggak apa-apa juga sih remake lagu ini kayak gini, nggak ada yang salah, semua sah-sah aja buat Seringai, lagian pun lirik lagu ini cukup mengena, masih berbau narkotika & kecadasan musik rock.

11. Infiltrasi
Salah satu lagu kesukaan gua, banyak part sing a long yang bagus buat dinyanyiin sama-sama. Terus apalagi ya? Pokoknya ini lagu enak lah.

12. Gaza
Sebelum denger lagu ini gua baca tulisan di sleeve kalo ini adalah lagu instrumental. Wahh ini pasti keren! Gua semacam berkhayal ‘apakah lagu ini akan seperti Pelican campur Explosions In The Sky? Eh tapi ternyata berbeda & Lagu ini dahsyat hasilnya. Kayak lagu yang bakalan cocok diputer jadi scoring film perang tentang jalur Gaza. Suara sound dengan aransemen penuh layer tingkat tinggi, suara demi suara yang menghantarkan orang pulang perang. Mungkin ini lagu yang keren buat diputer di pemakaman sehabis kita ikut nguburin jenazah. Semacam itulah kira-kira.

Kelar ngomongin track demi track di album ‘Taring’ pasti lo mikir kenapa gua ngebahasnya secara loncat-loncat? Hmmm…. Jadi begini, kekurangan album ini sama kayak kekurangan di ulasan gua tentang album ini. Track demi Track yang ada di CD itu nggak sesuai sama urutan lirik & penjelasan di sleeve CDnya. Kalo emang itu sebuah kekurangan, jelas bukan sebuah kekurangan yang berarti. Lo masih bisa baca liriknya & teredukasi dengan penjelasannya. Tapi buat sebagian orang yang mengidap Obsessive Compulsive Disorder atau orang yang demen sama hal perfeksionis, hal semacam loncat-loncat lirik itu jelas berpengaruh. Tapi secara keseluruhan album ini masih tetep nunjukin bahwa Seringai adalah band berbahaya dengan musik cadas mereka. Lalu apa Seringai nampilin kejutan di album ini? Nggak! Nggak ada! Sama aja kayak album sebelumnya. Kalo gua disuruh milih mana yang lebih bagus dari tiga album Seringai, gua akan milih album kedua mereka. Album ini bagus, cuma ya buat gua begitu aja. Cuma bagus dan nggak bagus banget.

Maaf ya Seringai, tapi review ini jujur bener dari hati yang ter-stoner.

14 comments

  1. terakhir tau seringai yg citra natural, satu lagu yg saya suka<
    asli ga tau yg ini, cari jg ah, makasih infonya🙂

    1. iyah…. tapi bagusan album keduanya, gua ada mp3nya sih kalo lo mau.

  2. wogh saya mau skali itu kalo ada mp3-nya.
    nyari2 di internet bneran blm ada yg aplot😀

  3. Jon, gw mau donk! Elo upload ke Ziddu ato Mediafire aja trus share linknya, daripada nge-email satu2 pan ribet…

    1. twitter lu apaan sih? Gua nggak bisa upload, gak enak sama temen2 seringai.

      1. Iya juga sih… Gimanapun juga, mereka punya copyright. Waduh gw gak maen twitter, Jon.

      2. kirim email ajah ke gua lah sob… jonitengik@yahoo.com

      3. Oke-oke, ntar yaaa… Maklum cheap bastard, hehehe…

      4. Nah karena lu Cheap basterd, berarti kita bersaudara! CHEAP BASTARDS OF THE WORLD UNITE & TAKE OVER!

      5. Ayo jarah semua tokooo!!! Bakarrrrr!!!😄

  4. Jon, gw nemu disini nih, entah siapa yg uplot. Buat yg mo denger, donlot gih: http://www.4shared.com/rar/9myGqmWR/Seringai_-_TARING.htm

    Lissoi itu keren abis. Sing along till die. Horas bah!

  5. Asep Cashing Bo'ol · · Reply

    emang gak enak jadi cheaper atawa miskiner, ah hidup ini buat senang2 miskin kaya yang penting asoy2-an stoner mang.

    review anda personal sekali masjonitengik. Kalo buat gw ini album terbaik seringai dari 2 album sebelumnya. Gw ngerasa rugi gak sempet beli tahun kemaren (sekarang udah macul di 4shared), ini lebih kepada kepepet sama kehidupan di luar sana, 35rb berat buat gw, mending dipake makan *curcol. Oh Setan dan Tuhan kasihanilah saya😦

    kebetulan baru denger album Black Sabbath 13, ini kalah kalo album mereka dibandingin album seringai taring ini bisa dikatakan Seringai Taring lebih baik dari Black Sabbath 13,

    Sori mastony lommy sama mangozzy osbourne, kalian tetap Godfather of Distortion buat gw, Tapi bolehkah saya memilih Seringai daripada kalian. Album Taring keren banget jing.

    Ditunggu Review maha personal dari band2 personal yang lo suka mang. Tetap menulis dan jangan lupa pake kolor🙂

    Rise!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: