ANTI CHRIST

Lars Von Trier. Begitu namanya disebut sebagian orang bakalan inget film Dancer In The Dark. Saat gua nyebut film Dancer In The Dark semua orang bakalan inget Bjork. Nah, buat gue Lars von Trier & Bjork ada dalam benang merah yang sama, yaitu sama-sama aneh buat dimengerti, simbolik laksana penganut Pagan tapi juga sekaligus membosankan. Kenapa membosankan? Karena mereka berdua pretensius ingin terlihat aneh, setidaknya itu pendapat gue.

Sama halnya kayak film Anti Christ ini, dari judulnya kita udah tau bahwa penganut Kristiani mana pun akan mengerutkan kening, merasa tersindir & timbul gambar Salib kebalik di kepala mereka. Judul film yang bikin semua warga Vatican merasa marah karena agamanya dihina ini jelas punya pemaknaan yang dimaknai oleh Lars Von Trier lewat directing di kursi Sutradara. Maka digaetlah Willem Dafoe & Charlotte Gainsbourg sebagai pemain film ini.

Film ini dibagi dengan beberapa babak… Oh wait. Kalo lo nanya disini Dafoe & Gainsbourg berperan sebagai siapa, jelas & konkrit lo nggak akan tau nama mereka. Karena Lars cuma menamakan aktornya sebagai He & Aktrisnya sebagai She. Di Film ini He & She bakalan melewati beberapa babak yang dinamain dengan Grief, Pain, Despair, Three Beggar. Selebihnya ada Prolog & Epilog. Kayak baca Novel? Iya! Cuma masalahnya ini adalah film dengan Novel berbabak yang rata-rata di isi dengan adegan yang pengen keliatan sakit jiwa.

Cerita dimulai dengan adegan seks yang ditampilkan dengan tehnik kamera Close Up demi menimbulkan efek Prolog yang mengejutkan. Iya, itu adalah adegan pembuka tentang He & She yang kemudian adegan berlanjut dengan kecelakaan anak mereka. Anak itu meninggal akibat jatuh dari jendela karena nggak diawasin sama kedua orang tua yang lagi sibuk berkopulasi. Sang ibu (She) ngerasa sedih karena ‘kok bisa-bisanya dia sibuk berhubungan badan’ tanpa mikirin kondisi anaknya yang nggak terjaga. Karena faktor keidiotan orang tua & kebodohan serta ‘tanggung-lagi-enak’ maka anak jadi korban, oke, gua paham di dunia mana pun tanggung jawab orang tua diperlukan atau anak yang jadi korban. Annisa Bahar, Krisdayanti & Tamara Blezynski pun sebenernya tau bahwa semua hal yang mereka lakuin akan berakibat anak menjadi korbannya.

Karena kesedihan mendalam akibat kematian anaknya, She ngalamin depresi berat sekaligus kesedihan yang mendalam. Ngeliat istrinya depresi begitu dahsyatnya bila dibandingkan dengan Depresi Anang waktu ditinggal Kridayanti, maka He ngajak istrinya buat berlibur/pindah ke sebuah hutan bernama Eden. Oke, gua ngeliat ada 2 buah kejanggalan disini. Pertama Hutan bernama Eden. Setau gua Eden selalu identik dengan sebuah Taman yang indah, Adam & Hawa tinggal ditaman Eden sebelum jatuh ke Bumi gara-gara ditawarin Jack-D sama Setan. He & She tinggal di Hutan bernama Eden, hutan yang nggak rame & penuh binatang-binatang aneh. Kedua adalah setau gua saat seorang perempuan hatinya terluka & depresi, obat paling ampuh adalah ngajak dia shopping, bukan ke hutan. Kenapa coba si He nggak ngajak She buat ke Harvey Nichols atau ngebelanjain dia Tas Hermes atau minimal sepatu Jimmy Choo?

Di hutan Eden itu kejadian demi kejadian sakit jiwa dialamin sama He & She. Kejadian sakit apa yang terjadi disitu adalah adegan yang harus lo terima saat nonton film ini. Seberapa sakit adegan itu? Menurut gua secara subjektif nggak sakit-sakit banget kayak kebanyakan film horror, eksploitasi atau Torture Porn yang udah gua tonton. Adegan Gang Bang di Cannibal Holocaust mungkin lebih sakit, tapi kesamaan antara Anti Christ & Cannibal Holocaust adalah karena nampilin hal nggak penting yang bertujuan bikin sakit yang nonton. Sepele sebenernya…. Makanya gua anggap ini biasa aja.

Pertanyaannya adalah kenapa Lars Von Trier nyoba ngegabungin antara film yang dikasih judul Anti Christ ini sama Eden & pemeran yang cuma dikasih nama He & She. Apa disini Lars nyoba buat ngasih Analogi bahwa ini adalah Statement dia tentang ketidak percayaan akan ajaran Kristus? Apakah ini cara dia buat ngejelekin Agama itu? Terus kenapa juga Hewan-Hewan di Hutan Eden selalu tampil dengan keadaan yang nakutin & jauh dari kesan Hewan-Hewan manis di cerita dongeng Taman Eden? Buat gua semua itu cuma sebuah simbolik yang pengen dibuat Lars supaya kita mikir. Kalo emang ini adalah film Horror ngapain kita harus mikir? Nggak ada kamus ‘berfikir’ dalam film horror, karena apa? Karena horror diciptain buat mereka yang males mikir. Horror itu dinikmatin kesadisan, ketakutan & kejijikannya. Tiga hal itu nggak perlu dipikirin.

Karena Lars nyiptain Blunder besar disini, jadi walaupun sesakit apapun adegan yang dilakuin oleh She dengan sebuah gunting pun buat gua malah terkesan aneh & bodoh. Nggak penting banget kayaknya adegan itu dibuat. Jadi pertanyaan tetep ada pada Lars Von Trier, ngapain coba lo buang-buang duit buat bikin film nggak jelas yang sama sekali nggak berguna nampilin adegan She motong klitorisnya pake gunting?!

Hmmm….. barusan gua bilang motong apa? Ya! itu barusan Spoiler, terserah kalo lo masih mau nonton film yang dibikin ‘buat nakutin tapi sama sekali nggak cukup sakit buat bikin takut!’

3 comments

  1. JADI penasan gw nonton Filmnya …
    Thx ya buat sinopsisnya

    Visit back http://dramabrother.blogspot.com

  2. barusan donlot filmnya, setelah baca reviewnya jd ga sabar pengen nonton.
    Penasaran sama seberapa aneh dan seberapa “biasa”nya ini film.
    Btw, nice review bro.

    Mampir jg ya http://vifuckinsane.blogspot.com

  3. dewiangg · · Reply

    Aq ga suka film aneh n jijik’i abis nton jd dada seseg ky silent hill jd trauma aq lbh ska lord of the ring aja***ga pke mkir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: